Wednesday, June 8, 2022
HomeCryptocurrencyReksadana Indeks: Pengertian, Kelebihan, Kekurangan dan Contohnya

Reksadana Indeks: Pengertian, Kelebihan, Kekurangan dan Contohnya

Reksadana sudah jadi salah satu instrumen investasi yang cukup populer saat ini. Reksadana ini mempunya banyak jenis, salah satunya mulai naik daun sekarang, yaitu reksadana indeks.

dan tempelkan kode ini di situs Anda.
dan tempelkan kode ini di situs Anda.

Seperti dilansir dari laman Kontan, pertumbuhan dana kelolaan dari reksadana indeks ini terus mengalami peningkatan secara pesat setiap tahunnya. Kenapa jenis ini begitu diminati?

Nah jika kamu tertarik, atomicheats akan membahas mengenai jenis reksa dana yang mulai mendapat kepopulerannya ini, di mulai dari pengertian, kelebihan, kekurangan dan contohnya.

Apa Itu Reksadana Indeks

reksadana indeks

Reksadana indeks adalah jenis reksadana yang dikelola secara pasif, di mana investasi dibuat mirip dengan indeks yang dijadikan acuan. Indeks yang digunakan sebagai acuan tersebut bisa indeks saham atau indeks obligasi.

Sebenarnya untuk cara membeli, manfaat, risiko serta kewajiban relatif sama dengan jenis reksadana yang lain. Perbedaan mendasar yang membuatnya berbeda  dengan reksadana konvensional adalah dari cara kerjanya.

Pada reksadana konvensional, ada upaya yang dilakukan Manager Investasi untuk mengalahkan kinerja dari tolok ukurnya, sedangakan pada reksadana indeks investasi malah dibuat menyamai tolok ukurnya.

Cara mengelola reksadana jenis ini dilakukan secara pasif, yaitu dengan menyusun portofolio investasi sama dengan indeks acuannya. Manajer investasi pun tidak perlu melakukan trading secara aktif.

Jenis ini memang secara sengaja meniru indeks acuannya, karena itu dia sangat bergantung pada apa yang terjadi di pasar, ketika indeks di pasar naik maka dia akan ikut naik, jika turun maka dia juga ikut turun.

Kelebihan dan Kekurangan Reksadana Indeks

reksadana indeks adalah

Kelebihan Reksadana Indeks

Ada beberapa keuntungan yang ditawarkan oleh reksadana indeks yang membuatnya begitu diminati oleh para investor. Berikut adalah beberapa keunggulan utama dari instrumen investasi satu ini:

1. Biaya Cenderung Murah

Kelebihan pertama adalah biayanya yang lebih murah. Hal ini karena reksadana jenis ini dikelola secara pasif, sehingga biaya yang biasanya dibayarkan untuk pengelolaan bisa dikurangi. Karena tidak perlu melakukan jual beli secara aktif, pada jenis ini manajer investasi tidak membutuhkan tenaga analis yang terlalu banyak. Selain itu, biaya untuk transaksi pun jadi lebih kecil.

2. Risiko Tidak Terlalu Agresif

Profil risiko dari reksadana indeks terbilang relatif kecil dan tidak terlalu agresif. Hal ini disebabkan Karena kinerjanya yang mengikuti kinerja dari indeks acuan membuat risiko pasar menjadi relatif kecil dan lebih terukur.

Berbeda dari reksadana konvensional yang kinerjanya bergantung pada strategi pengelolaan dari manajer investasi. Ketika sang manajer investasi mengelola dengan cara yang salah, maka hasil dari investasi pun ikut buruk.

3. Memiliki Portofolio yang Transparan

Jenis ini dinilai memiliki transparansi yang baik. Sehingga para investor bisa lebih mudah dalam mengawasi isi portofolionya, mereka pun bisa lebih tenang dan menghindari saham yang tidak likuid.

Kekurangan Reksadana Indeks

Tentu saja ada kelebihan ada juga kekurangan. Apalagi yang sedang kita bicarakan adalah sebuah instrumen invesatasi . Nah berikut adalah beberapa kekurangan yang dimiliki oleh reksadana indeks:

1. Sangat dipengaruhi perubahan pasar

Kelebihannya yang dikelola sejalan dengan indeks acuannya ternyata juga bisa sekaligus menjadi kekurangannya. Pasalnya, karena meniru apa yang terjadi di pasar, maka kinerja dari reksadana indeks juga persis sama dengan trend pasar yang terjadi, jika naik dia ikut naik, jika turun dia pun turun.

2. Kurang fleksibel

Jika dibandingkan reksadana konvensional, jenis ini terbilang kurang fleksibel. Contohnya ketika seorang investor membeli sebuah reksadana indeks IDX30, maka dia sudah tidak dapat berinvestasi pada saham di luar IDX30 yang sudah kamu dibelinya.

3. Keuntungan terbatas

Masih terkait dengan ketidak fleksibelannya, pada situasi tertentu reksadana indeks juga dapat membatasi keuntungan investor. Misal saat membeli IDX30 tadi, di mana si investor tidak bisa membeli saham di luar itu lagi.

Nah, ini menjadi situasi yang buruk ketika ada satu saham di luar IDX30 sedang bagus. Sang investor menjadi tidak dapat memanfaatkan kesempatan tersebut.

Contoh Reksadana Indeks

Kami sudah menjelaskan cukup panjang tetapi rasanya masih kurang jika kami tidak menyertakan contoh. Karena dengan contoh bisa membuatmu lebih mudah memahami instrumen investasi satu ini.

Berikut diantaranya beberapa contoh dari reksadana indeks di Indonesia:

1. Panin IDX30

Manajer investasi dari produk ini adalah PT. Panin Asset Management. Seperti dilansir dari situs resminya, produk ini memiliki minimum investasi sebesar Rp100 ribu dan juga minimum di awal pembelian harus sebesar Rp100 ribu.

2. Premier IDX30

Contoh lainnya adalah Premier IDX30 yang diluncurkan oleh PT. Indo Premier. Pembelian minimum produk ini adalah adalah 1 Unit Kreasi atau sama dengan 100.000 lembar Unit Penyertaan di pasar primer dan 1 lot atau setara dengan 100 lembar Unit Penyertaan di Pasar Sekunder.

3. Syailendra Index IDX30

Syailendra Index IDX30 juga termasuk salah satu contoh reksadana indeks. Produk ini dikelola oleh PT Syailendra Capital sebagai Manajer Investasi.

4. Avrist Indeks LQ45

Contoh selanjutnya adalah Avrist Indeks LQ45 yang dikelola PT Avrist Asset Management alias Avram sebagai Manajer Investasinya.

5. Simas IDX30

Terakhir ada Simas IDX30 yang dikelola oleh anak perusahaan PT Sinarmas Sekuritas, yaitu PT Sinarmas Asset Management  sebagai Manajer Investasinya.

Demikianlah penjelasan kami terkait investasi indeks, sebuah instrumen investasi yang saat ini tengah naik daun. Di Indonesia sendiri sudah banyak perusahaan yang menawarkan layanan investasi reksadana indeks, jadi banyak pilihan untukmu. Sedikit tips untukmu ketika hendak membeli jenis investasi ini, karakteristik produk reksadana indeks yang baik adalah yang selisih antara return dan indeks acuannya sangat kecil.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments